belajar pidato bahasa Jawa secara otodidak,
bisa nggak ya ???

Tampilkan postingan dengan label medhar sabda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label medhar sabda. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Januari 2013

Ngacarani Ningkahan

Di tengah masyarakat pedesaan sekitarku banyak sekali yang menyelenggarakan momen pernikahan itu sesederhana mungkin, artinya yang penting sah sesuai agama dan negara, tetapi juga direstui orang sekitar. Karena itu biasanya lalu menyelenggarakan acara pernikahan di rumah dengan memanggil penghulu dan menghadirkan para tetangga dan saudara dekat. Karena begitu sederhananya mungkin tak ada pasang tratag (tenda) segala. Yang hadir biasanya hanya kisaran 50-150 orang, sekitar separuhnya adalah orang-orang sendiri (lokal) dan sekitar separuhnya lagi adalah mereka yang menjadi pengombyong pengantin pria. Acaranya pun biasanya sederhana, walau begitu biasanya pengantin juga dirias dan difoto. Dan seperti lazimnya, untuk urusan hidangan, buat setiap yang hadir biasanya ada segelas minuman, sekotak snack, dan sepiring makanan. Minuman dan snack biasanya dihidangkan saat tamu hadir di situ, sedang makanan dihidangkan sehabis doa selesai.
Jika peserta (tamu undangan, mempelai, pengombyong, penghulu dan hadirin semua) sudah lengkap dan segalanya dirasa sudah siap biasanya lalu acara dimulai, mempelai siap di situ sejak awal acara, tetapi sebagian juru rias dan juru foto lebih suka kalau acara dimulai terlebih dulu, setelah tiba saatnya acara ijab-qobul baru mempelai dihadirkan, mungkin karena alasan agar lebih meriah.

Berikut ini sebuah contoh yang skenario acaranya sbb:

Rabu, 31 Oktober 2012

Memanfaatkan hp China untuk latihan MC

Latihan pidato secara otodidak, demikian tujuan blog ini. Dengan berbekal kemauan dan memanfaatkan fasilitas yang ada di sekitar, tak perlu muluk-muluk, salah satunya adalah latihan pakai hp (ponsel). Sekarang ini hp semakin murah dengan fasilitas yang semakin banyak dan lengkap.
Kali ini saya pakai hp China bermerk CROSS seri D3C seharga di bawah Rp 300rb. Hape tersebut punya fitur yang cukup banyak, tidak hanya telpon dan SMS tapi juga multimedia, radio, TV, internet, pemutar musik, dan yang terpenting di sini adalah adanya fitur E-book Reader (pembaca e-book). Dengan hape tersebut kita bisa membaca e-book sambil mendengarkan musiknya sekaligus karena pemutar musiknya bisa bekerja secara background. Saya pernah coba lihat hp teman-teman yang juga pakai hp China dengan aneka merk dan model: rata-rata fitur pembaca e-book itu sudah ada, tetapi kebanyakan belum dimanfaatkan sama sekali karena tidak tahu untuk apa.

Senin, 03 September 2012

Pasrah Tampi Nyantrik

Salah satu prosesi pernikahan adat Jawa adalah Nyantrik atau disebut juga Puruhita. Pada malem midodareni calon pengantin pria datang ke rumah calon mempelai putri untuk nyantrik (menjadi cantrik atau nyantri) kepada calon mertuanya. Kedatangannya dikawal oleh beberapa orang yang salah satunya bertugas untuk menyampaikan pasrah dan nantinya di terima dengan penerimaan (tampi) oleh keluarga calon mempelai putri. Bagaimana kalau kebetulan kita diserahi tugas untuk melaksanakan pasrah atau tampi tersebut? Berikut ini sekedar contoh.

Senin, 11 Juni 2012

Pasrah Tampi Toya Perwitosari

Pada pernikahan adat Jawa yang lengkap biasanya ada prosesi siraman, calon mempelai putri dimandikan dengan air bunga oleh beberapa orang sesuai dengan aturan adat yang berlaku. Nah, saat prosesi itu akan dilakukan, terlebih dahulu mengambil sedikit air untuk dibawa ke tempat calon mempelai pria (=CPa) untuk dijadikan bibit air mandi calon mempelai pria. Air ini disebut toya perwitosari. Pihak keluarga mempelai putri lalu mengutus beberapa orang untuk menyerahkan air tsb, dan di tempat mempelai pria diadakanlah acara serah terima singkat, seorang juru bicara pihak mempelai putri menyampaikan kata-kata pidato pasrah dan seorang juru bicara mempelai pria menyampaikan pidato penerimaan benda tersebut. Acara ini disebut Pasrah Tampi Toya Perwitosari. (toya=tirta=air).
Demikian contohnya:

Senin, 12 Maret 2012

Pasrah Temanten Putri

Pada saat Pahargyan Ngundhuh Mantu, yaitu resepsi pernikahan di tempat pengantin pria, biasanya ada pidato penyerahan mempelai putri. Pidato ini disebut Atur Pasrah Penganten Putri. Biasanya orang tua mempelai putri berwakil kepada seseorang yang dipercayainya, sang wakil ini disebut Duta Saraya Pasrah atau Duta Wacana yang merupakan tokoh penting di dalam rombongan pengiring mempelai putri (=pengombyong). Tetapi adakalanya terjadi hal yang luar biasa, dimana orang yang dimintai tolong menjadi Duta Wacana itu tidak ada atau mendadak berhalangan. Karena itu mau tak mau keluarga pengantin putri itu mesti tampil sendiri menyampaikan pidato tersebut. (Bagaimana seandainya hal itu terjadi pada kita?....) Berikut adalah contoh Atur Pasrah Penganten Putri yang disampaikan sendiri oleh walinya (bapaknya atau kakaknya).

Selasa, 27 Desember 2011

Atur Pambagyaharja Wiwahan Penganten

Di dalam pawiwahan pengantin biasanya ada atur pambagyaharja, yaitu pidato ucapan selamat datang dari pihak keluarga kepada hadirin. Pada umumnya ada seseorang yang ditunjuk untuk mewakili sang pemangkugati berpidato di depan hadirin tersebut, entah itu tetangga, saudara, famili, atasan, atau mungkin ketua RTnya. Tetapi tak selamanya keadaan bisa sesuai dengan keinginan, adakalanya berwakil itu juga menjadi sesuatu yang tidak mungkin, sehingga mau tak mau sang pemangkugati harus tampil sendiri menyampaikan pidato tersebut. Bagaimana kalau hal itu terjadi? Berikut ini sekedar contoh pidato pambagyaharja yang disampaikan sendiri oleh bapaknya atau oleh kakaknya si pengantin:

Senin, 28 November 2011

Ngacarani Ngantenan

Di sebagian pelosok pedesaan sekitar saya, terutama di daerah pelosok Kab. Wonosobo, banyak momen pernikahan itu berlangsung amat sangat sederhana dalam hal acara, walau dalam hal pendanaan sebenarnya juga tidak kecil.  Di situ yang empunya hajat juga 'duwe gawe', tamu-tamu datang kondangan, pengantinnya juga dirias, memanggil juru foto, bahkan dibikinkan dekorasi pelaminan,  tetapi tidak ada acara apapun, juga tidak bisa dikategorikan Standing Party karena hidangannya tidak seperti pada Standing Party umumnya.
Pada hari H itu pengantin dirias, lalu dinikahkan oleh penghulu, kemudian para tetangga dan teman-temannya berdatangan (mereka ini diminta untuk jadi pengombyong), setelah itu pengantin difoto di tempat pelaminan, lalu didoakan oleh seorang sesepuh, kemudian makanan dihidangkan kepada para pengombyong itu, lalu mereka berangkat ke tempat keluarga mempelai pria dengan kendaraan yang telah disediakan. (jadi pengantin didandani hanya untuk difoto).
Saya pernah coba bertanya mengapa hanya demikian saja acaranya, mengapa tidak dengan cara pahargyan seperti yang umum di desa lain. Jawaban yang saya terima waktu itu adalah karena di desa itu tidak ada yang mampu bicara di depan umum, kalaupun ada, katanya, kemampuannya juga tidak sampai kepada jadi MC nganten.
Dari peristiwa tersebut terpikir oleh saya, betapa sayang kalau ada pernikahan yang merupakan momen indah sekali seumur hidup kok dibiarkan berlalu hanya demikian saja, mengapa tak dilaksanakan prosesi upacara yang beneran, tidak hanya sekedar action berpura-pura balang-balangan suruh untuk diambil fotonya, karena itu kemudian saya terinspirasi untuk menulis artikel ini, semoga bisa digunakan untuk memperindah momen sakral tersebut.

Jumat, 03 Juni 2011

ATUR PAMBAGYA SADRANAN

Biasanya setiap bulan Ruwah ada adat sadranan, yaitu orang-orang berkumpul di makam untuk baca tahlilan dalam rangka memperingati para leluhur. Beberapa hari sebelumnya biasanya diumumkan pada khalayak ramai, salah satunya lewat pengumuman di masjid saat akan Jum'atan. Misalnya begini:

Assalamualaikum wr.wb
Nyuwun pangapunten, keparenga kula mambeng sumela atur dhumateng para jamaah Jum'at samudayanipun saderengipun khutbah kawiwitan, nuwun inggih minangkani talang aturipun para kadang panitia sadranan Dekahan ...................... (makam ...........). Ngaturi priksa bilih mbenjang dinten ............ menika, kaleres wekdalipun sadranan Dekahan .................. (makam .............). Ingkang menika dhumateng para jamaah samudayanipun kasuwun rawuhipun wonten makam ............. Dene wekdalipun jam ..... Kula ambali malih, ngaturi priksa dhumateng para jamaah Jum'at samudayanipun, bilih mbenjang dinten ............ menika, kaleres wekdalipun sadranan Dekahan .................... (makam .............). Ingkang menika dhumateng para jamaah samudayanipun kasuwun rawuhipun wonten makam ............. Dene wekdalipun jam ..... Mekaten, mugi dados pamriksa, matur nuwun atas kawigatosanipun, lan sedaya lepat nyuwun pangapunten.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Kemudian pada hari yang telah ditentukan tsb, setelah orang-orang berkumpul, sebelum tahlilan diadakan pidato singkat oleh panitia, contohnya begini:

Assalamualaikum wr.wb

Dhumateng panjenenganipun ingkang dhahat kinabekten, para sesepuh, saha para pinisepuh ingkang tansah anggung mestuti dhumateng pepoyaning kautamen, langkung-langkung panjenenganipun ......................... ingkang dhahat pinundhi. Panjenenganipun para ngalim para 'ulama, para kyai lan para ustadz, ingkang tansah kaantu-antu barokah, pendonga, miwah pitutur luhuripun. Panjenenganipun para pangreh pangemban pangembating praja, nuwun inggih Bp Lurah dalah para Perangkat Desa, minangka pandam pandom pengayomaning para kawula dasih ing tlatah ........................ ingkang tuhu pantes sinudarsana. Sumawana sedaya para rawuh, sepuh miwah anem, ingkang tansah cinaket ing manah tuwin winantu ing bagya mulya, sugeng rawuh, wilujeng enjing/siang lan sugeng pepanggihan.

Langkung rumiyin, mangga kula panjenengan ngluhuraken asmanipun Gusti Ingkang Maha Agung, Allah SWT, ngonjukaken raos syukur, karana sih rohmat miwah barokahipun ingkang sampun kaparingaken dhumateng panjenengan sedaya lan kula, sahengga ing menika wekdal kula panjenengan saged makempal wonten ing menika papan, saperlu ndherek adicara sadranan, kanthi manggih karaharjan tuwin kawilujengan, mboten manggih alangan setunggal menapa. Pramila saking menika sumangga nuwun kula dherekaken sesarengan maos kalimah tahmid alhamdulillahirobbil'alamin. Shalawat lan salam mugi tansah lumintu lumintir dhumateng titah linangkung ingkang dados panutan patuladhan kula panjenengan sedaya, inggih Sang Nabi Agung Muhammad SAW ingkang kula panjenengan antu-antu syafa'atipun wonten yaumil qiyamah. Allahumma amin.

Para rawuh ingkang tuhu dhahat kinurmatan, kula ing ngriki minangka talanging atur para kadang panitia sadranan makam .............., langkung-langkung minangkani para kadang panitia sadranan ingkang saking Dekahan ............, keparenga nggempil kamardhikan panjenengan sawetawis, saperlu ngaturaken wigatosing gati wontenipun adicara sadranan menika.

Ingkang sepisan, para kadang panitia sadranan ngaturaken sugeng rawuh saha agunging panuwun dhumateng panjenengan sedaya, awit sampun sami kepareng ndhanganaken penggalih saha nglonggaraken wekdal, saperlu rawuh wonten ing makam menika. Mugi-mugi rawuh panjenengan sedaya menika kalebetna ngamal soleh ingkang pikantuk piwales kesaenan sangking ngarsa dalem Allah SWT kanthi matikel-tikel. Allahumma amin.

Wondene menggah hajat tujuanipun panjenengan sedaya karawuhaken ing Makam ................ menika, mboten sanes kejawi badhe pun suwuni pambiyantunipun, arupi ndherek-ndherek dhedhepe wonten ngarsa dalem Allah SWT, dedonga kanthi waosan Al Quran menapa dene kalimah toyyibah utawi tahlil, ingkang khasanahipun mugi dadosa donga pamujining para ahli waris, para putra wayah, minangka birrul walidain, bektos dhateng tiyang sepuh, emut lan bektos dhateng para leluhur, sahengga mugi-mugi, para arwah ahli makam ............ menika mirungganipun, lan sumrambahipun dhumateng para arwah mukminin-mukminat muslimin muslimat samudayanipun, pikantuka maghfirah saking ngarsa dalem Allah SWT, katampia sedaya amal kesaenanipun, lan pinaringan papan ingkang sae saha kanikmatan saking ngarsa dalem Allah SWT. Allahumma amin.
Dene minangka imam tahlil samangke badhe kasuwunaken dhumateng panjenenganipun Bp ..............

Kaping kalihipun, mangke, saksampunipun adicara sadranan wonten makam menika, para rawuh samudayanipun kasuwun pinarak wonten ..............., awit para kadang panitia badhe atur pasugatan sawetawis, nuwun inggih wonten .................... , ...................

Salajengipun, mbokbilih para kadang panitia sadranan makam .............. menika wonten kekirangan saha kalepatanipun, langkung-langkung para kadang panitia ingkang saking Dekahan ............, mbok bilih anggenipun nampi karawuhan panjenengan sedaya kirang adamel renaning penggalih, menapadene anggenipun atur pasugatan ing mangke kirang mahanani, para kadang panitia sanget anggenipun nyuwun lumunturing sih samodra pangaksami.

Dene ingkang pungkasan, ngaturaken pamriksa:
mbok bilih tanpa pambeng insyaAllah dinten ......... ngajeng sadranan dhumawah wonten ing .................., dene wekdalipun kados padatan jam .....

Minangka pepuntoning atur, wangsul dhumateng pribadhi kula, mbokbilih anggenipun matur lan ndherekaken adicara sadranan menika wonten kekirangan saha kalepatanipun, kula tansah tumadhah nyuwun rumentahing sih samodra pangaksami,
akhirulkalam billahittaufiq walhidayah, wassalamua'alaikum wr.wb.

Katur dhumateng panjenenganipun Bp ............... kasumanggaaken, nuwun.

Rabu, 18 Mei 2011

Atur Pambagya Kenduren

Salah satu adat-istiadat di kampung adalah kenduri atau kenduren. Di kampung saya biasanya acaranya tahlilan untuk mendoakan orang yang telah meninggal, bisa 40 hari sejak meninggalnya, 100 harinya, 1000 harinya, dan yang paling umum adalah khaul (dibaca khol). Masyarakat sekitar diundang untuk bersama-sama baca tahlilan. Sebelum dimulai tentu saja harus ada yang berpidato singkat untuk menjelaskan maksud dan tujuan acara tersebut. Pidato ini merupakan atur pambagya kenduren atau ngacarani tahlilan. Contohnya begini :

Assalamualaikum wr.wb
( ayat )

Dhumateng panjenenganipun para sepuh, pinisepuh, para sesepuh, ingkang kinabekten, langkung-langkung panjenenganipun ......................, .......................... ingkang tuhu kinurmatan. Para rawuh para lenggah, sepuh miwah anem, ingkang tuhu pantes sinudarsana. Sugeng rawuh, wilujeng dalu lan sugeng pepanggihan.

Langkung rumiyin, mangga kula panjenengan ngonjukaken raos syukur wonten ngarsa dalem Allah SWT, karana sih rohmat lan barokahipun ingkang sampun kaparingaken dhumateng panjenengan sedaya lan kula, sahengga ing menika wekdal kula panjenengan saged makempal wonten menika papan kanthi pinaringan karaharjan, mboten manggih alangan setunggal menapa. Pramila saking menika sumangga nuwun kula dherekaken sesarengan maos kalimah tahmid “alhamdulillahirobbil'alamin.”
Shalawat lan salam mugi tansah lumintu lumintir dhumateng titah linangkung ingkang dados panutan patuladhan kula panjenengan sedaya nenggih Sang Nabi Agung Muhammad SAW ingkang kula panjenengan antu-antu syafa'atipun wonten yaumil qiyamah. Allahumma amin.

Para rawuh para lenggah ingkang tuhu kinurmatan, kula ing ngriki minangka talanging atur Bp/Ibu ............................ sakulawarga, keparenga nggempil kamardhikan panjenengan sawetawis saperlu ngaturaken wigatosing gati ing kalenggahan menika.

Purwaning atur, Bp/Ibu ................................... sakulawarga ngaturaken sugeng rawuh sinartan agunging panuwun dhumateng panjenengan sedaya awit sampun sami kepareng ndhanganaken penggalih haminaaken wanci saha nglonggaraken wekdal saperlu ngrawuhi menapa ingkang dados panyuwunipun.
Mugi-mugi rawuh panjenengan sedaya menika dadosa ngamal soleh ingkang pikantuk piwales kesaenan saking ngarsa dalem Allah SWT kanthi matikel-tikel. Allahumma amin.

Wondene menggah hajat tujuanipun Bp/Ibu .......................... ngrawuhaken panjenengan sedaya mboten sanes kejawi badhe pun suwuni bantuan arupi ndherek-ndherek dhedhepe wonten ngarsa dalem Allah SWT, dedonga kanthi waosan kalimah toyyibah utawi tahlil, ingkang khasanahipun mugi dadosa donga pamuji, mugi-mugi para arwah ahli kulawarganipun Bp/Ibu .............................. ingkang sampun sumare, nuwun inggih:
1....................................... 2........................................ 3.................................
sakpeminggah sakpengandhap mirungganipun, lan sumrambahipun para arwah mukminin-mukminat muslimin muslimat samudayanipun, pikantuka maghfirah saking ngarsa dalem Allah SWT, katampia sedaya amal kesaenanipun, lan pinaringan papan kesaenan saha kanikmatan saking ngarsa dalem Allah SWT satimbang kaliyan darma bekti lan amal kesaenanipun. Allahumma amin.
Dene minangka imam tahlil badhe kasuwunaken dhumateng panjenenganipun ............................................

Ananging sanget ndadosaken kuciwaning manah, dene Bp/Ibu ..................................... sakulawarga anggenipun nampi rawuh panjenengan sedaya mboten saged atur papan pilenggahan ingkang sarwa sekeca, menapa dene pasugatan samangke ingkang sarwa kirang mahanani, pramila Bp/Ibu ......................... sakulawarga sanget anggenipun nyuwun lumunturing sih samodra pangaksama panjenengan sedaya.

Dene kula pribadhi, mbokbilih anggenipun matur lan sowan wonten kalepatan, kekirangan, saha keladukipun, kula tansah tumadhah nyuwun rumentahing sih samodra pangaksami.
Ing wasana, billahittaufiq walhidayah, wassalamua'alaikum wr.wb.

Katur dhumateng panjenenganipun ...................................... kula sumanggaaken, nuwun.

Senin, 16 Mei 2011

Ngacarani Mitung Ndina Sripahan

Jika ada orang meninggal dunia, di kampung biasanya dari malam pertama hingga malam ketujuh masyarakat sekitar berkumpul untuk tahlilan mendoakan almarhum. Pada malam ketujuh biasanya diadakan khataman dan kenduren. Untuk itu pada saat akan tahlilan di malam keenam diumumkan rencana itu kepada hadirin. Berikut contohnya:

Assalamu'alaikum wr.wb.
Nuwun, keparenga kula sumela atur dhumateng para rawuh para pilenggah pambela raos samudayanipun, sakderengipun tahlil kawiwitan. Ing ngriki kula minangkani kulawarga shohibul mushibah, ingkang sepisan ngaturaken sugeng rawuh lan agunging panuwun dhumateng panjenengan sedaya ingkang sampun kersa paring pambiyantu ndherek bela sungkawa lan bela raos dhumateng sedanipun almarhum/almarhumah ................................. Mugi-mugi amal kesaenan panjenengan sedaya menika pikantuk leliru sih nugrahaning Gusti ingkang matikel-tikel. Allahumma amin.
Salajengipun keparenga atur pamriksa, bilih ngenjang dalu menika kaleres malem pitung dintenipun sowanipun almarhum/almarhumah ........................ wonten ngarsa dalem Allah SWT, pramila saking menika badhe dipun wontenaken khataman anggenipun kula panjenengan ndherek-ndherek dedonga memuji ndherekaken almarhum/almarhumah sowan wonten ngarsa dalem Allah SWT. Ingkang menika, panjenengan sedaya kasuwun rawuhipun mbenjang dalu, wekdalipun bakda maghrib/isya'. Sepisan malih, ngenjang dalu, bakda maghrib/isya' panjenengan sedaya kasuwun rawuhipun wonten ing papan menika, saperlu ndherek khataman. Wondene ingkang wekdal menika mboten rawuh kasuwun ugi rawuhipun, pramila saking menika keparenga panjenengan sedaya gethok tular paring pamriksa dhumateng ingkang wekdal menika mboten rawuh.
Mekaten pamatur kula minangkani kulawarga shohibul mushibah, wonten kalepatan saha kekiranganipun, nyuwun agunging samodra pangaksami.
Billahittaufiq walhidayah, wassalamu'alaikum wr.wb.

Kemudian pada malam hari ketujuh, sebelum tahlilan dimulai seorang wakil keluarga berpidato di depan hadirin. Begini contohnya:

Assalamu'alaikum wr.wb.
(ayat)

Panjenenganipun para pepundhen, para pinisepuh, saha para sesepuh ingkang tansah anggung mestuti dhumateng pepoyaning kautamen. Langkung-langkung panjenenganipun ......................., ..................., ........................ ingkang dhahat pinundhi. Panjenenganipun para rawuh, para pilenggah, para kadang wredha mudha lan tumaruna, para pambela sungkawa bela raos, ingkang tansah cinaket ing manah. Sugeng rawuh, wilujeng dalu, lan sugeng pepanggihan.

Langkung rumiyin mangga kula panjenengan ngonjukaken raos syukur wonten ngarsa dalem Allah SWT, karana sih wilasa miwah barokahipun ingkang sampun kaparingaken dhumateng panjenengan sedaya lan kula, sahengga wonten ing menika wekdal kula panjenengan saged makempal wonten menika papan kanthi pinaringan karaharjan tuwin kawilujengan, mboten manggih alangan setunggal menapa. Pramila saking menika, sumangga nuwun, kula panjenengan ikroraken kanthi maos kalimah tahmid 'alhamdulillahirobbil'alamin.'
Shalawat lan salam mugi tansah lumintu lumintir dhumateng titah linangkung ingkang dados panutan patuladhan kula panjenengan, inggih Sang Nabi Agung Muhammad SAW ingkang kula panjenengan antu-antu syafangatipun wonten yaumil qiyamah. Allahumma amin.

Sagung para rawuh, para pilenggah pambela raos ingkang sinuba sagunging pakurmatan.
Nuhoni dhawuh pangandikan saking panjenenganipun Bp/Ibu ...................... sakulawarga ingkang nembe nandhang dhuhkita, kula pun .................., lajeng kumawani nyahak wewenanging kamardhikan panjenengan sawetawis, saperlu ngaturaken wigatosing gati ing titi kalenggahan menika.

Purwakaning atur, Bp/Ibu ............................... gotrah kulawarga ngaturaken pambagya wilujeng ing sarawuh panjenengan sedaya, kairing agunging panuwun ingkang tanpa upami, dene panjenengan sedaya ingkang tansah kabujung ing bot repoting gesang ing bebrayan agung, parandene tasih kesdu ndhanganaken penggalih haminakaken wanci saha mirunggeaken wekdal, samya kepareng minangkani menapa ingkang dados panyuwunipun Bp/Ibu ......................... sakulawarga. Mugi-mugi rawuh panjenengan menika kalebetna amal soleh ingkang pikantuk piwales sih nugrahaning Gusti ingkang matikel-tikel. Allahumma amin.

Para rawuh para pilenggah ingkang tuhu kinurmatan, keparenga atur uninga, bilih dalu menika kaleres malem pitung dintenipun ............................. swargi tinimbalan sowan wonten ngarsa dalem Allah SWT. Mila saking menika, panjenengan sedaya karawuhaken ing menika papan, saperlu badhe kasuwun pambiyantunipun, nuwun inggih dhedhepe wonten ngarsa dalem Allah SWT, kanthi maos kalimah toyyibah utawi tahlil, ingkang khasanahipun mugi dadosa donga pamuji, mugi-mugi arwahipun almarhum/almarhumah ................................... katampi wonten ngarsa dalem Allah SWT, pinaringan papan ingkang sekeca, saha pikantuk maghfirah, dipun ngapunten sedaya lepat dosanipun, allahumma amin.
Wondene minangka imam tahlil samangke badhe kasuwunaken dhumateng panjenenganipun Bp ...................................

Para rawuh para pilenggah ingkang tuhu kinurmatan, Bp/Ibu ........................... gotrah kulawarga lumantar kula, ngaturaken panuwun ingkang tanpa winates tumrap sedaya paring sumbangsih lan kadarman panjenengan ingkang awujud menapa kemawon, langkung-langkung pambiyantunipun para warga masyarakat dhusun ................................. menika; ingkang arupi bandha-beya, bau-suku, menapadene iguh-pratikel, ingkang sedaya kalawau tundhonipun saged adamel entheng sesanggemanipun kulawarga panandhang dhuhkita. Ananging panjenenganipun Bp/Ibu .............................. sakulawarga mboten kuwawi atur piwales menapa-menapa. Panggrantesing manah ingkang konjuk dhumateng ngarsaning Gusti, mugi-mugi Allah SWT tansah paring leliru ingkang satraju dhumateng sih kadarman panjenengan menika wau, dhestun anglangkungana. Jazakumullah ahsanal jaza'. Allahumma amin.

Ewa semanten, Bp/Ibu ............................. sakulawarga tasih badhe nggresahi malih, dhumateng para kadang anem langkung-langkung warga RT .... ngriki, mbenjang tasih badhe kasuwun pambiyantunipun, nuwun inggih ngondur-ngonduraken ampilan, kados dene kursi, meja, tratag, menapa dene lagan tuwin pecah belah lan sanesipun.

Para rawuh pambela raos ingkang pantes sinudarsana, Bp/Ibu ............................. sakulawarga, lumantar kula tansah hanglenggana budi dayaning manungsa kirang sampurna, pramila mbok bilih Bp/Ibu ....................... sakulawarga, anggenipun nampi karawuhan panjenengan sedaya, kirang ing tanggap, tangguh, lan gupuh, mugi diagung ing pangaksama. Ugi mbokbilih ndadosaken kuciwaning penggalih, dene Bp/Ibu .............................. sakulawarga mboten saged atur papan pilenggahan ingkang sarwa sekeca, ingkang samurwat kaliyan kawibawan panjenengan, menapadene atur pasugatan ing mangke ingkang sarwa kirang mahanani, pramila saking menika Bp/Ibu .............................. sakulawarga nyuwun agunging pangapunten panjenengan sedaya.

Para rawuh, para pilenggah pambela raos ingkang satuhu luhur ing budi, mawantu-wantu panyuwunipun Bp/Ibu ............................ gotrah kulawarga, ing mangke saparipurnaning waosan tahlil, kasuwun tetep lelenggahan kanthi mardikaning penggalih, awit para kadang kulawarga badhe sowan wonten ngarsa panjenengan sedaya saperlu atur pasugatan sawetawis.

Salajengipun wangsul dhumateng kula pribadhi ingkang tinanggenah minangka talanging atur lan sampun kumawani tilar subasita, cicir, cewet, lan cupeting atur, keparenga diagung ing pangaksami.

Akhirulkalam, Billahittaufiq walhidayah, wassalamu'alaikum wr.wb

Dhumateng panjenenganipun Bp ............................... kasumanggaaken. Nuwun.

Jumat, 29 April 2011

Ngacarani Budhaling Layon

Saat ada orang meninggal dunia di kampung bisa saja terjadi suatu keadaan yang agak sulit, yaitu kekurangan orang yang akan bicara di depan umum saat pemberangkatan jenazah. Untuk solusinya bisa seseorang tampil dengan mendobel beberapa peran, sebagai MC, sebagai wakil keluarga dan sekaligus juga pemberangkat jenazah. Berikut adalah sebuah contoh (lebih pas jika yang melakukannya seorang ustadz, santri, atau modin).
Dhuhkita wara (= pengumuman kematian lewat pengeras suara):
Assalamu'alaikum wr.wb.
Innalillahi wainna ilaihi roji'un x3
Ngaturi priksa dhumateng para warga masyarakat Dhusun ............... samudayanipun, bilih Mbah PaijoDikromo kapundhut wonten ngarsa dalem Allah SWT kalawau, watawis tabuh 2 dalu, wonten ing dalemipun ing ................. Mugi-mugi sedanipun kalebet khusnul khotimah, pikantuk maghfirah saking ngarsa dalem allah SWT saha katampi sedaya amal kesaenanipun. Kula amabali malih, ngaturi priksa dhumateng para warga masyarakat Dhusun ............... samudayanipun, bilih "Mbah PaijoDikromo" kapundhut wonten ngarsa dalem Allah SWT kalawau, watawis tabuh 2 dalu, wonten ing dalemipun ing ................. Mugi-mugi sedanipun kalebet khusnul khotimah, pikantuk maghfirah saking ngarsa dalem allah SWT, saha katampi sedaya amal kesaenanipun. Allahumma amin. Mekaten, wonten kalepatan lan kekirangan nyuwun pangapunten, wassalamu'alaikum wr.wb.

Kemudian saat mau dishalatkan diumumkan kepada hadirin:
Nuwun, para rawuh para takziyah ingkang kinurmatan, keparenga atur uninga bilih shalat jenazah ingkang kaping ......... tumunten badhe ingadanan. Minangka imam badhe kasuwunaken dhumateng panjenenganipun ............................. Ingkang menika katur dhumateng para-para ingkang kepareng badhe nyolataken kula sumanggaaken. Nuwun.
======
Agunging panuwun kula aturaken dhumateng para takziyin ingkang sampun kepareng nyolataken jenazahipun almarhum ..............
Salajengipun shalat jenazah ingkang kaping ............ tumunten badhe ingadanan. Minangka imam badhe kasuwunaken dhumateng panjenenganipun ................................... Ingkang menika katur dhumateng para-para ingkang kepareng badhe nyolataken kula sumanggaaken. Nuwun.
======
Agunging panuwun kula aturaken dhumateng para takziyin ingkang sampun kepareng nyolataken jenazahipun alamarhum ..............
Salajengipun katur dhumateng para rawuh mungazziyin-mungazziyat kasuwun keparenga makempal wonten latar awit jenazah sampun badhe kaangkataken. Nuwun. Nuwun. Matur nuwun.
*)Bandhosa isi jenazah kawedalaken lan kaselehaken wonten palataran papan upacara saha dipun payungi. Panatacara ngacarani lan mbidhalaken jenazah.

Assalamu'alaikum wr.wb.
Bismillaahirrahmanirrahiim.
(ayat)

Panjenenganipun para pinisepuh, saha para sesepuh ingkang tansah anggung mestuti dhumateng pepoyaning kautamen, ingkang dhahat pinundhi. Panjenenganipun para kadang wredha-mudha saha sanggyaning para asung bela sungkawa bela raos ingkang mahambeg ing tresna lan asih.
Sugeng rawuh, wilujeng enjing/siang/sonten, lan sugeng pepanggihan.

Langkung rumiyin mangga kula panjenengan sedaya ngluhuraken asmanipun Gusti Ingkang Maha Agung, Allah SWT, ngonjukaken raos syukur, karana sih rohmat lan barokahipun ingkang sampun kaparingaken dhumateng panjenengan sedaya dalasan kula, sahengga wonten menika wekdal kula panjenengan sedaya saged makempal wonten menika papan kanthi pinaringan kawilujengan tuwin karaharjan, mboten manggih alangan setunggal menapa. Pramila saking menika sumangga nuwun kula dherekaken sesarengan maos kalimah tahmid 'alhamdulillahirobbil'alamin.'
Shalawat lan salam mugi tansah lumintu lumintir dhumateng titah linangkung ingkang dados panutan patuladhan kula panjenengan sedaya, nenggih Sang Nabi Agung Muhammad SAW ingkang kula panjenengan antu-antu syafangatipun wonten yaumil qiyamah. Allahumma amin.

Para rawuh, saha sanggyaning para asung bela sungkawa bela raos ingkang mahambeg ing tresna lan asih.
Keparenga kula pun ..................................... cumanthaka ing budi, labet awrat ngemban dhawuh saking panjenenganipun ................................... ingkang ing titi kalenggahan menika katemben nandhang reribet, nuwun inggih tinilar: ing garwa / ingkang putra / tiyang sepuh / kadang sepuh / kadang anem, sumurud ing kasedan jati, tinimbalan sowan dhumateng pangayunaning Gusti Ingkang Maha Kuwaos.
Inna lillahi wainna ilaihi roji'uun. x3
Sampun murud ing kasedan jati ing dalem yuswa .......... tahun, swargi ..................................... rikala dinten ........................ surya kaping .............................. watawis tabuh ......................... wonten ing ................................. awit saking nandhang raga.

Ingkang menika gandheng pangruktining layon sampun paripurna, pramila badhe dipun wonteni tata upacara sawetawis, nuwun inggih tata upacara badhe bidhaling layon.

Panjenenganipun para asung bela sungkawa ingkang tansah sinuba sagunging pakurmatan, kakung miwah putri.
Sejatosipun sampun mboten kirang-kirang kulawarga panjenenganipun ............................... anggenipun mbudidaya, anggenipun pados usada murih swargi ................................ saged waluya jati, jati temah waluya, parandene kridhaning ati tan bisa ngungkuli dhumawahing kodrat, sanadyan digedhongana, dikuncenana tumekaning pepesthi mangsa wurunga, awit mujudaken garising Kang Maha Kuwasa.

Para rawuh para takziyyah ingkang kinurmatan. Kula ing ngriki minangkani sesulih saking kulawarga ingkang nembe nandhang dhuhkita, ngaturaken sugeng rawuh saha atur panuwun ingkang tanpa upami, awit panjenengan sedaya sampun kersa nglonggaraken wekdal, saperlu rawuh asung bela sungkawa, sarta paring pakurmatan ingkang pungkasan dhumateng sedanipun ....................................
Ugi mboten kesupen ngaturaken panuwun dhumateng sanak sedherek, tangga tepalih sarta kadang sumitra ingkang sampun paring pambiyantu ingkang awujud menapa kemawon, ingkang sedaya menika sinedya kangge hangenthengaken sedaya panandhangipun kulawarga ................................. ingkang nembe nandhang prihatos. Sedaya kalawau, kulawarga ............................... mboten saged atur piwales menapa-menapa, sagedipun namung nyenyuwun wonten ngarsanipun Allah SWT, mugi sedaya amal kautamen panjenengan sedaya pikantuka leliru sih nugrahaning Gusti ingkang matikel-tikel. Allahumma amin.
Sanget ing panyuwunipun brayat agung ................................ ingkang tinilar murud, mugi sanggyaning para asung bela raos, keparenga kanthi suka lilaning penggalih paring donga pamuji, mugi-mugi yitmanipun almarhum/almarhumah ................................ tansah padhang dalane, jembar kubure, lepas parane, ingapunten kalepatanipun dhuk rikala sugengipun, pinaringan papan ingkang sakmesthinipun, jumbuh kalayan darma bektinipun rikala sugeng ing alam sawegung.
Saha mugi sedaya kulawarga ingkang tinilar sageda ikhlas lair batos, pinaringan sabar narimah ing pepesthen, enggal kabirat sedaya raos sungkawanipun, saengga saged enggal wangsul lelumban ing madyaning bebrayan agung netepi darmaning agesang. Allahumma amin.

Salajengipun, mbokbilih nalika sugengipun, almarhum/almarhumah ............................... nggadhahi kalepatan dhumateng panjenengan sedaya, mugi panjenengan sedaya kersa kanthi tulus ikhlas paring pangapunten dhumateng sedaya kalepatanipun. Ugi mbok bilih almarhum/almarhumah ................................... kagungan tanggelan menapa kemawon ingkang arupi haq Adam dhumateng sinten kemawon saking panjenengan sedaya, kersaa panjenengan sesambetan kaliyan kulawarga ingkang tinilar. Saha minangkani kulawarga, keparenga atur pamriksa dhumateng para rawuh mungazziyin mungazziyat samudayanipun, bilih mangke dalu dumugi malem pitung dintenipun, kados padatan, badhe pun wontenaken tahlilan, dedonga dhedhepe wonten ngarsa dalem Allah SWT, nyuwunaken pamuji dhumateng almarhum/almarhumah. Ingkang menika katur dhumateng para-para ingkang kepareng badhe rawuh ndherek bela raos, kasumanggaaken, wondene wekdalipun nuwun inggih bakda maghrib / bakda isya.

Panjenenganipun para pinisepuh, para sesepuh ingkang satuhu pana dhumateng wewadining wedha palupi, menapadene sanggyaning para asung bela sungkawa bela raos ingkang tansah sengsem ing reh kautamen.
Kados ingkang dipun ngendikaaken Kanjeng Nabi Muhammad SAW, bilih kafaa bil mauti wa’iizhaa, cukup mati iku dadi pitutur. Pramila sumangga nuwun, kula dherekaken sesarengan ngalap pitutur saking prastawa menika kanthi midhangetaken taushiyah. Ingkang menika katur dhumateng panjenenganipun ................................ keparenga paring taushiyah sawetawis, sumangga nuwun.
==================( taushiyah )===========
Matur nuwun,
Salajengipun sumangga kula panjenengan sedaya ndonga sesarengan, saperlu nyuwunaken pamuji dhumateng ingkang sampun sumurud. Minangka imam kasuwunaken dhumateng panjenenganipun ................................... Sumangga.
==================( donga )=============
Matur nuwun,
Para pambela sungkawa ingkang satuhu pantes sinudarsana, kakung miwah putri, angkating layon tumuli badhe ingadanan, ingkang menika katur panjenenganipun para kadang ingkang kepareng badhe manggul bandhosa keparenga siaga ing gati samapta ing dhiri. Sumangga.
==========(bandhosa dipun panggul)===========
Salajengipun katur para putra wayah menapadene kulawarga ingkang tinilar, menawi badhe netepi adat tlusupan utawi brobosan, kasumanggaaken.
Dhumateng ..................................... kasuwun mratitisaken para putra wayah lan kulawarga anggenipun sami netepi adat tlusupan menika. Sumangga, nuwun.
====(brobosan)========Kridhaning ati tan bisa ngungkuli garising pepesthi, lekasing sedya tama kawula tan bisa ngungkuli kersaning Kang Maha Kuwasa.===============

Para rawuh, mungazziyin-mungazziyat ingkang mahambeg ing tresna lan asih, ing salajengipun, keparenga panjenengan sedaya paring paseksen menggah jenazah menika, Sae napa awon..........!!!!!!!!!!..... Awon napa sae..........!!!!!!!!!!!!!!!!...... awon napa sae...........!!!!!!!!!!!!!!!!!!!......
Matur nuwun. Lampahing tata upacara bidhaling layon sampun paripurna, wondene layon tumuli badhe kapetak lan kasarekaken ing Makam .......................................
Sru ing panyuwunipun kulawarga panandhang dhuhkita, mbokbilih para asung bela sungkawa lan bela raos mboten wonten pambengan, kasuwun keparenga ndherekaken bidhaling layon ngantos dumugi ing paleremanipun ................................... swargi ingkang pungkasan, nuwun inggih ing Makam .......................................
Wondene wonten pakaryan wigati ingkang mboten saged tinilar, kula minangka sesulih saking para kulawarga panandhang dhuhkita, namung saged ngaturaken panuwun lan sugeng kondur.

Dene kula pribadhi ingkang tinanggenah minangka talanging atur, ingkang lajeng trunyak-trunyuk tilar tata-akrami, tilar subasita miwah kithaling basa, sedaya kalawau inggih awit saking kiranging seserepan kula, keparenga sanggya para rawuh ambedhah tambaking samodra pangaksami.
Ing wasana, billahittaufiq walhidayah.
Wassalamua'laikum wr.wb.

Alfatihah --(ingkang manggul bandhosa njangkah setunggal jangkah)
Alfatihah --(ingkang manggul bandhosa njangkah setunggal jangkah)
Alfatihah --(ingkang manggul bandhosa njangkah setunggal jangkah)
bidhal dhateng makam
laailaha illallah, laailaha illallah, laailaha illallah, Muhammadurrasulullah

Kamis, 28 April 2011

Srah Tinampen Temanten Kakung

Pada saat pengantin akan diPANGGIHkan terlebih dahulu pengantin prianya dipasrahkan melalui sebuah pidato singkat dan kemudian dilanjutkan pidato penerimaan. Rangkaian acara ini disebut Srah Tinampen Temanten Kakung. Lebih afdol lagi jika dilaksanakannya sebelum IJAB jika antara ijab dengan panggih itu menjadi acara yang berurutan. Tetapi hal demikian sulit bagi orang awam karena jadwal waktu penghulu dengan tamu yang hadir biasanya tidak sinkron. Di daerah saya Srah Tinampen Temanten Kakung saat akan panggih ini tidak lazim, tetapi sepertinya telah menjadi tatacara standar di daerah lain maupun dalam pengajaran ke-panatacara-an. Berikut ini adalah contohnya.

PASRAH

Assalamu'alaikum wr.wb.
Nuwun, para pinisepuh, para sesepuh saha para aji sepuh ingkang dhahat kinurmatan, miwah sanggyaning para tamu para pilenggah ingkang minulyeng budi. Keparenga langkung rumiyin kula ngonjukaken puji syukur sahandhap pepadaning Gusti Ingkang Maha Agung, dene sampun paring kekiyatan saha kawilujengan dhumateng kula sakadang, saengga saged lumarab sowan wonten ngarsa panjenengan sedaya kanthi manggih wilujeng widada nir ing sambekala. Ingkang saking menika, kula ikroraken kanthi maos kalimah tahmid 'alhamdulillahirobbil'alamin'.
Panjenenganipun Bp ............................... ingkang jumeneng sulih sarira panjenenganipun Bp/Ibu ................................ ingkang tuhu kinurmatan. Kula pun ..................................... ingkang tinanggenah minangka talanging atur panjenenganipun Bp/Ibu ................................... nuwun inggih tiyang sepuhipun putra calon temanten kakung inggih Mas Bagus .................................... ingkang pidalem ing ......................................, keparenga matur wonten ngarsa panjenengan,
Ingkang sepisan, ngaturaken salam taklimipun Bp/Ibu ...................................... gotrah kulawarga, mugi kaaturna panjenenganipun Bp/Ibu ................................... dalasan kulawarga, kula ikroraken kanthi atur “assalamu'alaikum wr.wb.”
Kaping kalihipun, mirid rantamaning adicara ingkang sampun gumathok lan gumolong gilig ing antawisipun para ingkang samya mangun bebesanan, kula kinen amasrahaken putra calon pinanganten kakung nuwun inggih pun Mas Bagus .................................... ingkang sampun golong gilig ing gegelengan sumedya dhaup mangun bebrayan kaliyan ingkang putra putri Bp/Ibu ..................................... nuwun inggih pun Rara ................................... Ingkang menika sumangga nuwun, putra calon temanten kakung kula pasrahaken sakwetahipun, sumangga kaijabaken/kadhaupaken anut satataning tatacara ingkang lumampah ing ngriki, kinanthenan puja-puji pudyastuti, mugi tansah kalis ing rubeda, nir ing sambekala.
Minangka titining atur, kula sarombongan ingkang tinanggenah minangka dhuta, mbok bilih anggenipun sowan lan matur tanpa subasita lan tilar ing tata akrami, langkung-langkung atur kula ingkang cicir, cewet, cupet, lan kalucut, keparenga hangrentahaken samodraning pangaksami.
Akhirulkalam, Billahittaufiq walhidayah, wassalamu'alaikum wr.wb.

TAMPI

Assalamu'alaikum wr.wb.
Nuwun, panjenenganipun para sesepuh, para pinisepuh miwah sanggyaning para rawuh para lenggah ingkang dhahat sinudarsana. Langkung-langkung panjenenganipun Bp .......................................... ingkang kepareng hamakili panjenenganipun Bp/Ibu ................................ saking .......................................... ingkang tuhu kinurmatan.
Kanthi ngonjukaken puji syukur dhumateng Gusti Ingkang Maha Agung, kula pun ....................................... ingkang tinanggenah minangka sulih salira panjenenganipun Bp/Ibu ........................................ keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah calon temanten kakung kalawau.
Ingkang sepisan, kula minangkani Bp/Ibu .................................... sakulawarga ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan ingkang dinuta minangka Dhuta Saraya Pasrah nuwun inggih Bp ................................... sapendherek, sinartan raos syukur ing ngarsaning Gusti, awit dene sampun ngeparengaken kula lan panjenengan pepanggihan kanthi bagas kuwarasan.
Kaping kalihipun, menggah salam taklim Bp/Ibu ...................................... lumantar panjenengan sampun katampi, kanthi dhawah sami-sami, kula ikroraken kanthi atur “'alaika wa'alaikum salam wr.wb.”
Wondene menggah keplasing sedya panjenengan amasrahaken putra calon temanten kakung nuwun inggih Mas Bagus ................................. , Bp/Ibu ........................................... sakulawarga nampi kanthi suka gumbiraning manah, dene mbokbilih samudayanipun sampun satata samapta, calon temanten kekalih tumunten badhe kaijabaken / kadhaupaken anut satataning rad pradatan ingkang lumampah.
Mawantu-wantu panyuwunipun Bp/Ibu .......................................... gotrah kulawarga, mugi panjenengan sarombongan keparenga andumugekaken anggenipun lelenggahan ngantos paripurnaning adicara menika, saha kasuwun keparenga paring berkah donga pangestu dhumateng ijab / dhaupipun putra temanten kekalih, sumrambah ing samudayanipun.
Ing wasana, mbokbilih anggen kula matur, anggen kula nampi, mboten andadosaken sarjuning penggalih, keparenga hangegungaken ing pangaksami.
Akhirulkalam, Billahittaufiq walhidayah, wassalamu'alaikum wr.wb.

Atur Pambagyaharja Pahargyan Temanten

Di dalam pahargyan temanten harus ada Atur Pambagyaharja, yaitu pidato ucapan selamat datang kepada para tamu. Yang berkewajiban tentu saja sang tuan rumah (=pemangku gati), tetapi jika tidak bisa melakukannya sendiri maka haruslah berwakil. Orang yang dijadikan wakil ini biasanya yang sudah cukup dewasa, sudah tergolong pinisepuh dan tentu yang mampu bicara di depan umum. Saat menyampaikan pidato Pambagyaharja ini akan lebih afdol kalau tuan rumah (bapak ibu) berdiri di belakangnya. Berikut adalah contoh Atur Pambagyaharja, bisa disampaikan di tempat pengantin putri maupun tempat pengantin pria, tinggal memilih kalimat yang telah ditandai sesuai dengan keadaannya :

Assalamu'alaikum wr.wb.

(ayat)

Panjenenganipun para pepundhen, para pinisepuh, saha para sesepuh ingkang tansah anggung mestuti dhumateng pepoyaning kautamen. Langkung-langkung panjenenganipun Almukarrom ..................................... ingkang dhahat pinundhi. Panjenenganipun para ‘Alim, para 'Ulama, para Kyai, lan para Ustadz Ustadzah ingkang rinten dalu tansah sumandhing pustaka suci minangka panuntun keblating panembah, ingkang tansah kaantu-antu sabda miwah pitutur luhuripun. Panjenenganipun para pangreh pangemban pangembating praja, minangka pandam pandom pengayomaning para kawula dasih ingkang satuhu pantes sinudarsana. Panjenenganipun para rawuh, para pilenggah, kakung sumawana putri, saha para sanak kadang wredha mudha lan tumaruna, ingkang tansah winantu ing suka rahayu. Mboten kesupen, panjenenganipun para kadang pengombyong temanten kakung/putri saking ................................................ ingkang tuhu pantes sinuba sagunging pakurmatan.

Langkung rumiyin puja-puji syukur mugi konjuk dhumateng ngarsaning Gusti Ingkang Maha Agung, nuwun inggih Allah SWT, karana sih wilasa miwah barokahipun ingkang sampun kaparingaken dhumateng panjenengan sedaya lan kula sahengga wonten ing menika wekdal kula panjenengan saged makempal wonten menika papan kanthi pinaringan karaharjan, mboten manggih alangan setunggal menapa. Pramila saking menika kula ikroraken kanthi maos kalimah tahmid 'alhamdulillahirobbil'alamin.' Shalawat lan salam mugi tansah lumintu lumintir dhumateng titah linangkung ingkang dados panutan patuladhan kula panjenengan inggih Sang Nabi Agung Muhammad SAW ingkang kula panjenengan antu-antu syafangatipun wonten yaumil qiyamah. Allahumma amin.

Sagung para rawuh, para pilenggah ingkang sinuba sagunging pakurmatan, kakung miwah putri. Nuhoni dhawuh pangandikan saking panjenenganipun Bp/Ibu ................................... ingkang hamengku gati, kula pun ................................... lajeng kumawani nyahak wewenanging kamardhikan panjenengan sawetawis, saperlu ngaturaken prentuling parasdya menggah wigatosing pahargyan ing titi kalenggahan menika.

Purwakaning atur, Bp/Ibu ................................................. gotrah kulawarga ngaturaken pambagya wilujeng ing sarawuh panjenengan sedaya, kairing agunging panuwun ingkang tanpa upami, dene panjenengan sedaya sampun kepareng minangkani menapa ingkang dados panyuwunipun. Mugi-mugi rawuh panjenengan menika kalebetna amal soleh ingkang pikantuk piwales sih nugrahaning Gusti ingkang matikel-tikel. Allahumma amin.

Ing panginten, sanggya para rawuh sampun mboten ketilapan malih menggah ujubing pahargyan ing titi kalenggahan menika, nuwun inggih awit kadereng minangkani darmaning asepuh, amiwaha putra mahargya siwi ingkang :

* asesilih Rara Ayu .................................... ingkang sampun kadhaup dening Bagus .................................... putra panjenenganipun Bp/Ibu .....................................

* peparab Bagus .................................. ingkang sampun kalampahan dhaup kaliyan Rara Ayu ...................................... atmaja putrinipun Bp/Ibu ..........................................

ingkang pidalem ing ...........................................................

Para rawuh para pilenggah ingkang tuhu kinurmatan, keparenga atur uninga, bilih putra temanten sampun kaakid-nikahaken dhuk kalawau/kalawingi ( enjing/sonten/dalu *) , nuwun inggih dinten ........................... nyarengi surya kaping ........................................ titiwanci tabuh ....................... wekdal Nuswantara Imbang Pracima, kanthi satataning agami lan negari, kanthi sineksen dening para kadang, saha sanak sedherek, minggahipun para pinisepuh lan sesepuh, mapan wonten ing ....................................... kanthi manggih wilujeng tan manggih alangan setunggal menapa.

Para rawuh para pilenggah ingkang satuhu wicaksana, Bp/Ibu ........................................ gotrah kulawarga ngaturaken panuwun ingkang tanpa winates tumrap sedaya paring sumbangsih lan kadarman ingkang awujud menapa kemawon, langkung-langkung pambiyantunipun para warga RT ................ ngriki, ingkang sedaya kalawau tundhonipun saged adamel rancag, lancar, regeng lan gayeng pahargyan ing kalenggahan menika, langkung-langkung saged angentheng-enthengi sesanggemanipun ingkang hamengku gati. Ananging panjenenganipun Bp/Ibu ...................................... mboten kuwawi matur menapa-menapa. Panggrantesing manah ingkang konjuk dhumateng ngarsaning Gusti, mugi tansah paring leliru ingkang satraju dhumateng sih kadarman panjenengan menika wau, dhestun anglangkungana. Allahumma amin.

Para rawuh para pilenggah ingkang tansah sinuba sagunging pakurmatan, kakung miwah putri. Lugunipun kemawon sampun sawetawis dangu Bp/Ibu ......................................... anggenipun angrantam, angreronce, miwah anggantha-gantha pahargyan menika, ananging dhawahipun sarwa kirang pantes katur panjenengan sedaya. Ingkang menika, Bp/Ibu .............................................. sakulawarga namung saged nyuwun agunging samodra pangaksami. Ewa semanten, para ingkang samya mangun bebesanan tasih nyuwun ugungan malih, katur sanggya para rawuh mugi keparenga paring puja sesanti mulya tumrap putra temanten kekalih anggenipun sumedya lelumban ing madyaning bebrayan agung, mugi-mugi saged jumbuh ingkang ginayuh, sembada ingkang samya sinedya, tansah atut runtut, sayuk rukun, gendhon rukon, samad-sinamadan, wiwit kawitan dumugi delahan tansah manggih bagya mulya, dados kulawarga ingkang sakinah, mawaddah warohmah, tansah pikantuk berkah, pinaringan turun ingkang soleh solihah. Allahumma amin.

Para tamu para pilenggah kakung putri ingkang pantes sinudarsana, Bp ....................................... sakulawarga, lumantar kula tansah hanglenggana budi dayaning manungsa kirang sampurna, pramila mbokbilih anggenipun nampi karawuhan panjenengan sedaya, kirang ing tanggap, tangguh, lan gupuh, mugi diagung ing pangaksama. Mboten kekilapan, minangkani para kadang mudha taruna anggenipun sami nawung kridha aleladi wonten ngarsa panjenengan sedaya, mbokbilih wonten kiranging suba sita, lumantar kula tansah nyuwun agenging pangaksama panjenengan sedaya.

Para rawuh, para pilenggah ingkang satuhu luhuring budi, mawantu-wantu panyuwunipun Bp/Ibu ................................................ gotrah kulawarga, keparenga andumugekaken anggenipun samya lelenggahan ngantos dumugi titiwanci purnaning pahargyan ing siang/dalu menika.

Ing wasana, kula pribadhi ingkang tinanggenah minangka talanging atur lan sampun kumawani tilar subasita, cicir, cewet, lan cupeting atur keparenga diagung ing pangaksami.

Billahittaufiq walhidayah, wassalamu'alaikum wr.wb.

Atur Pasrah Penganten Kakung

Pada saat Pahargyan Temanten selalu ada pidato penyerahan mempelai pria. Pidato ini disebut Atur Pasrah Penganten Kakung. Umumnya sebelum diijabkan atau sebelum Panggih mempelai pria diserahkan kepada pihak keluarga mempelai putri untuk dilangsungkannya upacara. Tetapi di daerah saya adatnya lain. Penyerahan itu dilakukan setelah ijab, setelah panggih, jadi bukan diserahkan untuk diupacarakan, melainkan diserahkan untuk menjadi anggota keluarga yang baru. Mungkin dulu-dulunya pidato pasrah ini merupakan gabungan Atur Pasrah Penganten Kakung dengan Tanggap Wacana Kulawarga Besan, karena itu lebih panjang dari Atur Pasrah Penganten Kakung yang ada di daerah lain. Berikut adalah contohnya.

Assalamu'alaikum wr.wb.

( ayat )

Panjenenganipun ingkang dhahat kinabekten, para pepundhen, para pinisepuh, saha para sesepuh ingkang tansah anggung mestuti dhumateng darmaning kautamen. Langkung-langkung panjenenganipun Almukarrom ..................................... ingkang tuhu kinurmatan. Panjenenganipun para ‘Alim, para 'Ulama, para Kyai, para Ustadz Ustadzah ingkang rinten pantaraning ratri tansah sumandhing pustaka suci minangka panuntun keblating panembah ingkang hambeg pepoyaning kautaman. Panjenenganipun para pangreh pangemban pangembating praja minangka pandam pandom pengayomaning para kawula dasih ingkang satuhu pantes tinulad lan tinuladha. Sanggya para rawuh, para lenggah kakung miwah putri, sumrambah para kadang wredha mudha, ingkang tansah winengku ing suka rahayu. Mirungganipun, panjenenganipun Bp/Ibu ............(pemangku gati)............ gotrah kulawarga, saha sanggyaning bebrayan agung ing ..................(kampung).............. ngriki ingkang luhur ing budi. Wilujeng siang/dalu, sugeng pepanggihan, lan sugeng lelenggahan.

Langkung rumiyin puja-puji syukur mugi konjuk dhumateng ngarsa dalem Allah SWT, karana sih wilasa miwah barokahipun ingkang sampun kaparingaken dhumateng panjenengan sedaya lan kula sahengga wonten ing menika wekdal kula panjenengan sedaya saged makempal wonten menika papan kanthi pinaringan karaharjan mboten manggih alangan setunggal menapa. Pramila saking menika kula ikroraken kanthi maos kalimah tahmid 'alhamdulillahirobbil'alamin.' Shalawat lan salam mugi tansah lumintu lumintir dhumateng titah linangkung ingkang dados panutan patuladhan kula panjenengan nenggih Sang Nabi Agung Muhammad SAW ingkang kula panjenengan antu-antu syafangatipun wonten yaumil qiyamah. Allahumma amin.

Kula pun ............................. ingkang piniji minangka sulih wicara panjenenganipun Bp/Ibu .................................. nuwun inggih tiyang sepuhipun putra temanten kakung ingkang pidalem ing ............................................., keparenga matur dhumateng panjenenganipun Bp/Ibu ......(pemangku gati)........... dalah gotrah kulawarga,

Ingkang sepisan, kula sarombongan saking ......................................... sowan dhumateng panjenenganipun Bp/Ibu ......(pemangku gati)........... sagung kulawarga, kanthi niat silaturrahmi.

Kaping kalihipun, ngaturaken salam taklimipun Bp/Ibu ..................................... gotrah kulawarga, katur dhumateng panjenenganipun Bp/Ibu ......(pemangku gati)........... sagung kulawarga dalasan bebrayan agung ing ........(kampung).......... ngriki, saha sanggyaning para rawuh para pilenggah, kula ikroraken kanthi atur “assalamu'alaikum wr.wb.”

Kaping tiganipun, Bp/Ibu ................................. sakulawarga ngaturaken ndherek suka bingah, dene panjenenganipun Bp ......(pemangku gati)........... sampun saged ngleksanani darmaning asepuh, hanenggih malakrameaken ingkang putra kanthi pinaringan berkah pangestu lan langkung-langkung sineksen dening para pinisepuh. Kepara malah sampun nampi kula sarombongan kanthi pakurmatan ingkang ngremenaken, pramila saking menika kula sarombongan ngaturaken agunging panuwun.

Panjenenganipun Bp/Ibu ......(pemangku gati)........... dalasan kulawarga ingkang minulyeng budi, Bp/Ibu ............................ gotrah kulawarga, lumantar kula ngaturaken agunging panuwun, awit putra temanten sampun kaijabaken lan sampun sah anut satataning agami lan negari, menapadene kadhaupaken anut satataning adat ingkang lumampah ing ngriki, kepara kanthi sineksenan lan pinaringan berkah pangestu para pinisepuh lan sesepuh, pramila saking menika, putra temanten kakung, nuwun inggih .........(penganten kakung)........., kula pasrahaken dhumateng Bp/Ibu ......(pemangku gati)........... dalasan kulawarga, kinanthenan pangajab, mugi lare menika karengkuha kadidene putra pribadhi, kagulawenthah saha pamardi, sahengga sageda netepi jejering priya ingkang tanggel jawab dhumateng garwa lan bale wisma, saha bekti dhateng sesami, lan tansah atul manembah mring Gusti.

Ugi mboten kesupen, panjenenganipun Bp/Ibu ................................... gotrah kulawarga, amasrahaken putra temanten wonten kukubaning bebrayan agung ing ngriki, mugi tinampia dados warganing bebrayan ingkang pikantuk pengayoman saha pambiyantu sak murwatipun.

Kejawi saking menika, inggih awit saking kiranging seserepan putra temanten ing samukawis, keparenga ugi paring pitedah-pitedah, ingkang tundhonipun saged migunani anggenipun sami nindakaken darmaning agesang ing bebrayan agung, jer menika lare, lare ndhusun ingkang taksih bodho, cubluk lan mbalilu, mila katambahana menawi kirang, lan kaemutna menawi supe lan lepat, sahengga tundhonipun saged dados kulawarga ingkang sae, ingkang sakinah, mawaddah, warohmah, ingkang mugi tansah pikantuk berkah, lan pinaringan momongan ingkang soleh solihah. Allahumma amin.

Para rawuh para pilenggah ingkang mahambeg ing tresna lan asih, kados kirang wicaksana bilih kalantur-lantur anggen kula matur, labet kados taksih kathah reroncening adicara ing titi kalenggahan menika. Dene saparipurnaning adicara ing mangke, kula sarombongan keparenga badhe nyuwun pamit lan nyuwun tambahing pangestu, mugi tansah pinaringan kawilujengan, nir-baya, nir-wikara, nir-ing-sambekala.

Mboten katalompen, kula ingkang tinanggenah minangka talanging atur, menapadene para kadang sarombongan, mbokbilih anggenipun matur saha sowan mboten andadosaken pirenaning penggalih keparenga diagung ing pangaksami.

Akhirul kalam, Billahittaufiq walhidayah. Wassalamu'alaikum wr.wb.

Atur Pasrah Penganten Putri

Pada saat Pahargyan Ngundhuh Mantu, yaitu resepsi pernikahan di tempat pengantin pria, biasanya ada pidato penyerahan mempelai putri. Pidato ini disebut Atur Pasrah Penganten Putri. Biasanya orang tua mempelai putri berwakil kepada seseorang yang dipercayainya, sang wakil ini disebut Duta Saraya Pasrah yang merupakan tokoh penting di dalam rombongan pengiring mempelai putri (=pengombyong). Berikut adalah contoh Atur Pasrah Penganten Putri.

Assalamu'alaikum wr.wb.
( ayat )

Panjenenganipun ingkang dhahat kinabekten, para pepundhen, para pinisepuh, saha para sesepuh ingkang tansah anggung mestuti dhumateng darmaning kautamen. Langkung-langkung panjenenganipun Almukarrom ..................................... ingkang tuhu kinurmatan. Panjenenganipun para ‘Alim, para 'Ulama, para Kyai, para Ustadz Ustadzah ingkang rinten pantaraning ratri tansah sumandhing pustaka suci minangka panuntun keblating panembah ingkang hambeg pepoyaning kautaman. Panjenenganipun para pangreh pangemban pangembating praja minangka pandam pandom pengayomaning para kawula dasih ingkang satuhu pantes tinulad lan tinuladha. Sanggya para rawuh, para lenggah kakung miwah putri, sumrambah para kadang wredha mudha, ingkang tansah winengku ing suka rahayu. Mirungganipun, panjenenganipun Bp/Ibu ............(pemangku gati)............ gotrah kulawarga, saha sanggyaning bebrayan agung ing ..................(kampung).............. ngriki ingkang luhur ing budi.

Langkung rumiyin puja-puji syukur mugi konjuk dhumateng ngarsa dalem Allah SWT, karana sih wilasa miwah barokahipun ingkang sampun kaparingaken dhumateng panjenengan sedaya lan kula sahengga wonten ing menika wekdal kula panjenengan sedaya saged makempal wonten menika papan kanthi pinaringan karaharjan mboten manggih alangan setunggal menapa. Pramila saking menika kula ikroraken kanthi maos kalimah tahmid 'alhamdulillahirobbil'alamin.' Shalawat lan salam mugi tansah lumintu lumintir dhumateng titah linangkung ingkang dados panutan patuladhan kula panjenengan nenggih Sang Nabi Agung Muhammad SAW ingkang kula panjenengan antu-antu syafangatipun wonten yaumil qiyamah. Allahumma amin.

Sagung para rawuh, para pilenggah ingkang dhahat sinudarsana, kakung miwah putri. Minangkani pamundhutipun Bp/Ibu ....................................... nuwun inggih tiyang sepuhipun putra temanten putri ingkang pidalem ing ................................... , kula pun ........................................ ingkang piniji minangka sulih wicara, keparenga matur dhumateng panjenenganipun Bp/Ibu .......(pemangku gati)............ dalah gotrah kulawarga,
Ingkang sepisan, kula sarombongan saking .......................................... sowan dhumateng panjenenganipun Bp/Ibu .........(pemangku gati).............. sagung kulawarga, niat silaturrahmi.

Kaping kalihipun, ngaturaken salam taklimipun Bp/Ibu ........................................ dalah gotrah kulawarga, katur dhumateng panjenenganipun Bp/Ibu ............(pemangkugati)......... sagung kulawarga dalasan bebrayan agung ing .......(kampung)............ ngriki, saha sanggyaning para rawuh para pilenggah, kula ikroraken kanthi atur “Assalamu'alaikum wr.wb.”

Kaping tiganipun, Bp/Ibu .................................... ngaturaken ndherek suka bingah dene panjenenganipun Bp .......(pemangkugati)........ sagung kulawarga kepareng minahargya ngundhuh mantu kanthi pinaringan berkah pangestu lan langkung-langkung sineksen dening para pinisepuh. Kepara malah lajeng nampi kula sarombongan kanthi pakurmatan ingkang agung, pramila saking menika kula sarombongan ngaturaken maewu-ewu agunging panuwun.

Panjenenganipun Bp/Ibu ........(pemangkugati)......... dalasan kulawarga ingkang minulyeng budi, Bp/Ibu ............................. lumantar kula masrahaken putra temanten kekalih, inggih Mas Bagus ......................... kaliyan Rara ayu ........................ ingkang sampun kaakid-nikahaken dhuk kala~wau/wingi/emben, nuwun inggih dinten ........................, surya kaping ........................., wonten ing ................................ , kanthi raos suka lila legawaning manah, kula pasrahaken sakwetahipun, mugi kepareng katampi, kinanthenan pangajab mugi karengkuha kadidene putra pribadhi, kagulawenthah saha pamardi, sahengga ........(penganten putri).............. menika sagedta netepi jejering wanita ingkang tanggel jawab dhumateng garwa lan bale griya, saha bekti dhateng para pepundhen, lan tansah pasrah sumarah kanthi patrap pangibadah dhumateng ngarsaning Gusti.

Ugi mboten kesupen, panjenenganipun Bp/Ibu ....................................... amasrahaken putra temanten wonten kukubaning bebrayan agung ing ngriki, mugi tinampia dados warganing bebrayan ingkang pikantuk pengayoman saha pambiyantu sak murwatipun.

Kejawi saking menika, inggih awit saking kiranging seserepan putra temanten ing samukawis, keparenga ugi paring pitedah-pitedah, panyaruwe, lan panyendhu rikalaning kirang leres, ingkang tundhonipun saged migunani anggenipun sami nindakaken darmaning agesang ing bebrayan agung, jer menika lare, waleh-waleh menapa, inggih nuwun sewu, menika lare ndhusun, temtu kemawon kathah kekirangan ing seserepanipun, pramila mugi keparenga hangegungaken pangaksaminipun, keparenga sabar pamomongipun, sahengga tundhonipun saged dados kulawarga ingkang sakinah, mawaddah, warohmah, tansah pikantuk berkah, lan pinaringan momongan ingkang soleh solihah. Allahumma amin.

Panjenenganipun para rawuh ingkang mahambeg ing tresna lan asih, kados kirang wicaksana bilih kalantur-lantur anggen kula matur, labet taksih kathah reroncening adicara ing pahargyan menika. Dene saparipurnaning pahargyan ing mangke, kula sarombongan keparenga badhe nyuwun pamit lan nyuwun tambahing pangestu, mugi tansah pinaringan kawilujengan, nir-baya, nir-wikara, nir-ing-sambekala.

Mboten katalompen, kula ingkang tinanggenah minangka talanging atur, menapadene para kadang sarombongan, mbokbilih anggenipun matur saha sowan mboten andadosaken pirenaning penggalih, keparenga diagung ing pangaksami.

Akhirul kalam, billahittaufiq walhidayah.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

Atur Panampi Temanten

Pada pahargyan temanten, setelah acara Pasrah Penganten selalu dilanjutkan dengan pidato penerimaan. Pidato ini disebut Panampi. Baik di tempat mempelai putri maupun di tempat mempelai pria (=ngundhuh mantu) pidato ini ada. Jika di daerah lain acara pasrah tampi temanten pria itu ada sebelum panggih, lain halnya di daerah saya, pasrah-tampi itu setelah panggih, karena itu pidato pasrah dan tampi temanten di tempat pengantin putri dan di tempat pengantin pria hampir tak ada bedanya.
Dalam praktek biasanya pidato ini dilakukan oleh sesepuh di kampung, karena itu sosok penyampai pidato panampi ini biasa identik dengan perangkat desa, misalnya Lurah atau Kadus, mungkin dulu-dulunya pidato ini merupakan gabungan dari Atur Panampi Temanten dengan Tanggap Wacana (=sambutan) Atasan tuan rumah. Berikut adalah sebuah contoh.

Assalamu'alaikum wr.wb.
( ayat )
Panjenenganipun ingkang kinabekten, para pinisepuh, saha para sesepuh ingkang tansah anggung mestuti dhumateng pepoyaning kautamen, ingkang dhahat pinundhi. Langkung-langkung panjenenganipun Almukarrom .............................. ingkang dhahat kinurmatan. Panjenenganipun para ‘Alim, para 'Ulama, para Kyai, lan para Ustadz ingkang tansah kaantu-antu berkah pendonga miwah pitutur luhuripun. Para pangreh pangemban pangembating praja minangka pangayomaning para kawula dasih ingkang satuhu pantes sinudarsana. Sumawana sanggyaning para rawuh, para pilenggah, kakung miwah putri, saha para sanak kadang wredha mudha, ingkang tansah winantu ing suka rahayu. Langkung-langkung panjenenganipun Bp ......(duta pasrah).......... ingkang minangka duta saraya pasrah temanten kakung/putri dalah para kadang pengombyong temanten saking .........(desa)............. ingkang pantes sinuba sagunging pakurmatan.
Langkung rumiyin kula ngonjukaken raos syukur wonten ngarsa dalem Allah SWT, karana sih wilasa miwah barokahipun ingkang sampun kaparingaken dhumateng panjenengan sedaya lan kula, sahengga wonten menika wekdal kula panjenengan saged makempal wonten menika papan kanthi pinaringan kawilujengan tuwin karaharjan mboten manggih alangan setunggal menapa. Pramila saking menika kula ikroraken kanthi maos kalimah tahmid 'alhamdulillahirobbil'alamin.'
Shalawat lan salam mugi tansah lumintu lumintir dhumateng titah linangkung ingkang dados pepanutaning ummat sejagat nenggih Sang Nabi Agung Muhammad SAW ingkang kula panjenengan antu-antu syafangatipun wonten yaumil qiyamah. Allahumma amin.
Sanggya para rawuh para adilenggah ingkang tansah winengku ing suka rahayu, kakung miwah putri.
Kula aminangkani Bp/Ibu .........(pemangkugati)............ keparenga tumanggap atur menggah atur pasrah panjenenganipun ...........(duta pasrah)............ ingkang sampun kepareng hamasrahaken putra temanten kakung/putri.
Ingkang sepisan, atas nami Bp/Ibu .........(pemangkugati)....... sakulawarga, kula ngaturaken sugeng rawuh lan agunging panuwun ing sarawuh panjenengan sarombongan, para pengombyong temanten kakung/putri saking ..........(desa).......... Mugi-mugi rawuh panjenengan punika dadosa lantaranipun tambahing pasedherekan antawisipun warga .............(jeneng desa)......... ngriki kaliyan ...........(jeneng desa)...............
Kaping kalihipun, menggah salam taklimipun Bp/Ibu ...........(besan)................. kula tampi , lan sak kosok-wangsulipun salam taklim saking Bp/Ibu ..........(pemangkugati)........... katur dhumateng Bp/Ibu ..............(besan)........ dalah gotrah kulawarga. Kula ikroraken kanthi atur “ 'Alaika wa'alaikum salam wr.wb.”
Salajengipun, keplasing sedya panjenengan amasrahaken putra temanten kakung/putri , Bp/Ibu .......(pemangkugati)............ sakulawarga nampi kanthi asta kalih lan kanthi suka gumbiraning manah, sinartan nyuwun wewahing pangestu, mugi-mugi para putra temanten menika sagedta dados pasangan ingkang sakinah, mawaddah, warohmah, bagya mulya, guyub rukun, atut runtut, ingkang mugi tansah pikantuk berkah, wiwit donya dumugi akhirat, enggal pinaringan momongan ingkang soleh solihah, migunani dhateng sesami, migunani dhateng agami lan negari saha tansah atul manembah mring Gusti.
Wondene menggah panggulawenthahing putra temanten menika sumangga sami-sami sesarengan, menawi pinuju wonten ngriki inggih saksaged-saged sakkuwaos kula sabrayat, lan menawi pinuju wonten ...........(jeneng desa).............. inggih semanten ugi sumangga kagulawenthah ingkang kados makaten.
Panjenenganipun para pengombyong temanten ingkang satuhu kinurmatan, mawantu-wantu panyuwunipun Bp/Ibu .........(pemangkugati).......... gotrah kulawarga, keparenga andumugekaken anggenipun samya lelenggahan ngantos dumugi titiwanci purnaning pahargyan ing siang/dalu menika kanthi mardu mardikaning penggalih, saha menawi wonten kekirangan saha kalepatan anggenipun Bp/Ibu .........(pemangkugati)........... sakulawarga nampi rawuh panjenengan keparenga hangluberaken samodraning pangaksami.
Wondene saparipurnaning pahargyan samangke panjenengan sarombongan kepareng badhe kondur, kula namung saged ngaturaken sugeng kondur, mugi rahayu ingkang tansah pinanggih dumugi ing dalem, nir-baya, nir-wikara, nir-ing-sambekala. Syukur-syukur samya kersa pinarak lan nyipeng wonten panggenan kula.
Ing wasana, kados kirang wicaksana menawi kula matur kathah-kathah, mbok bilih anggen kula matur, anggen kula nampi, mboten andadosaken sarjuning penggalih, kula pribadhi tansah nyuwun agunging sih samodra pangaksami.
Akhirulkalam, Billahittaufiq walhidayah. Wassalamu'alaikum wr.wb.

Rabu, 27 April 2011

Atur Mukaddimah Akad Nikah

Akad nikah adalah acara inti dalam proses pernikahan. Di kampung umumnya acara akad nikah merupakan acara yang terpisah dari acara resepsi, di samping bisa lebih sesuai dengan jadwal penghulu juga bisa menghindarkan kekacauan acara pahargyan. Saat pengantin akan dinikahkan oleh penghulu (di rumah atau di serambi masjid) biasanya acara dibuka lebih dahulu. Seseorang mewakili tuan rumah bicara kepada hadirin menjelaskan tentang acara yang akan dilangsungkan. Pidato pembukaan ini disebut Mukaddimah Akad Nikah. Di daerah lain mungkin setelah mukaddimah ini ada Pasrah Tampi Temanten Kakung, tetapi di daerah saya lazimnya tidak, acara langsung diserahkan penghulu. Berikut adalah contohnya.

Assalamu'alaikum wr.wb.

( ayat )

Wonten ngarsanipun para pinisepuh, saha para sesepuh ingkang kinabekten, langkung-langkung panjenenganipun Bp Pengulu lan Bp Pembantu Petugas Pencatat Nikah ingkang pantes sinudarsana. Panjenenganipun para kadang - wredha mudha, saha para rawuh para pilenggah lan para kadang saking ...........(kampung manten kakung).......... ingkang tansah winantu ing suka rahayu.

Langkung rumiyin mangga kula panjenengan ngonjukaken raos syukur wonten ngarsa dalem Allah SWT, karana sih rohmat miwah barokahipun ingkang sampun kaparingaken dhumateng panjenengan sedaya lan kula sahengga wonten menika wekdal kula panjenengan sedaya saged makempal wonten menika papan kanthi pinaringan karaharjan mboten manggih alangan setunggal menapa. Pramila saking menika sumangga nuwun kula panjenengan ikroraken kanthi maos kalimah tahmid 'alhamdulillahirobbil'alamin.' Shalawat lan salam mugi tansah lumintu lumintir dhumateng titah linangkung ingkang dados panutan patuladhan kula panjenengan sedaya nenggih Sang Nabi Agung Muhammad SAW ingkang kula panjenengan antu-antu syafangatipun wonten yaumil qiyamah. Allahumma amin.

Para rawuh, para pilenggah ingkang tuhu kinurmatan, kakung miwah putri. Keparenga kula ing ngriki minangka talang atur kulawarga saking panjenenganipun Bp/Ibu ................................ ngaturaken mukaddimah menggah prastawa gati ing titi kalenggahan menika.

Ingkang sepisan Bp/Ibu ................................ sakulawarga ngaturaken pambagya: sugeng rawuh lan agunging panuwun dhumateng panjenengan sedaya , langkung-langkung dhateng panjenenganipun Bapak Pengulu. Sugeng rawuh, wilujeng enjing/siang/sonten/dalu lan sugeng pepanggihan.

Wondene menggah prastawa gati ingkang karantam ingadanan ing dinten menika nuwun inggih mbokbilih Allah SWT ngijabahi, ing dinten menika Bp/Ibu ............................... sakulawarga kagungan sedya luhur ngadani prastawa agung lan sakral, inggih menika amiwaha putra mahargya siwi ingkang asesilih Rara ................................, badhe kadhaup dening Mas ............................... putranipun Bp ................................. saking .........................................

Ingkang menika kasuwun panjenengan sedaya keparenga paring paseksen, paring idi donga berkah pangestu kanthi hangrawuhi lan hanjenengi dhumateng prastawa gati ingkang badhe ingadanan, nuwun inggih, ingkang sepisan Ijab utawi Akad-nikah menggah satataning agami lan negari ingkang samangke badhe kapratitisaken panjenenganipun Bapak Pengulu.

Dene ingkang angka kalih nuwun inggih mangke menawi para tamu lenggahan lan rombongan pengombyong temanten kakung saking ..................................... sampun rawuh lajeng badhe ingadanan upacara adat, putra temanten badhe kawiwaha dhaup kanthi upacara ingkang limrah kawastanan upacara PANGGIH lan badhe kapahargya kanthi pinaringan sabdatama dening panjenenganipun Bp Kyai ......................................

Mekaten menggah atur mukaddimah saking kulawarga, wonten kekirangan, kalepatan saha keladukipun, nyuwun agunging pangapunten.

Salajengipun wekdal kula sumanggaaken dhumateng panjenenganipun Bapak Pengulu.

Billahittaufiq walhidayah, wassalamu'alaikum wr.wb.

Selasa, 12 April 2011

Atur Pambagya Puputan Bayi

Sudah menjadi adat di kampung (kampung saya) kalau ada bayi lahir biasa ada acara ngéndhong, setiap malam (bakda maghrib hingga bakda isya') tetangga sekitar berkumpul di rumah itu menemani tirakatan orang tua si bayi. Untuk lebih khidmat biasanya diadakan pembacaan kitab al Barzanji. Hal itu dilakukan hingga puputan yang umumnya pada malam ke tujuh atau kapan saja menurut keinginan tuan rumah.
Pada malam puputan itu diadakan pesta (kenduren), pesertanya diundang dan nantinya dijamu makan-makan dan dikasih brekat (makanan yang dibungkus besek atau kardus atau cething plastik). Pada malam itu si bayi diberi nama, diadakan pembacaan al Barzanji dan pada saat srokal rambut bayi dicukur. Setelah selesai berjanjen biasanya makan-makan, jika mampu aqiqah daging kambingnya dihidangkan pada saat itu.
Sebelum acara dimulai sudah tentu harus ada yang ngomong di depan hadirin dulu, biasanya tuan rumah minta tolong dengan berwakil kepada seseorang yang dipilih dan menyerahkan secarik kertas bertuliskan nama bayi serta tanggal lahirnya. Selanjutnya yang diminta tolong tersebut tampil, biasanya tetap dalam posisi duduk, lalu ngomong, misalnya begini:

Minggu, 27 Februari 2011

Atur Panatacara Ing Kesripahan (2)

Menawi wonten warga kampung ingkang seda (kesripahan) padatanipun layon lajeng dipun upakara, nalika badhe kabekta dhateng pametakan (=makam) dipun wontenaken upacara pakurmatan langkung rumiyin. Kirang langkung caranipun mekaten:
 
Rantaman adicara:
  1. Shalat Jenazah
  2. Pambuka
  3. Dhuhkita Sabda Kulawarga
  4. Taushiyah
  5. Donga
  6. Jenazah kaangkataken
  7. Bidhaling layon
1. SHALAT JENAZAH
Nuwun, nyuwun kawigatosanipun, para rawuh para takziyah ingkang kinurmatan, keparenga atur uninga bilih shalat jenazah ingkang kaping ______ tumunten badhe ingadanan. Minangka imam badhe kasuwunaken dhumateng panjenenganipun _____________________. Ingkang menika katur dhumateng para-para ingkang kepareng badhe nyolataken kula sumanggaaken.
==========(shalat jenazah I)======
Nuwun. Salajengipun shalat jenazah ingkang kaping ______ tumunten badhe ingadanan. Minangka imam badhe kasuwunaken dhumateng panjenenganipun _____________________. Ingkang menika katur dhumateng para-para ingkang kepareng badhe nyolataken kula sumanggaaken.
==========(shalat jenazah II)=====
Nuwun. Dhumateng para rawuh mungazziyin-mungazziyat kasuwun keparenga makempal wonten latar awit jenazah sampun badhe kaangkataken. Nuwun. Nuwun. Matur nuwun.
Bandhosa isi jenazah kawedalaken lan kaselehaken wonten palataran papan upacara saha dipun payungi. Panatacara tampil ngacarani ndhobel dhuhkita sabda kulawarga.

2. PAMBUKA
Assalamu'alaikum wr.wb. Bismillaahirrahmanirrahiim. (ayat)
Panjenenganipun para pinisepuh, saha para sesepuh ingkang tansah anggung mestuti dhumateng pepoyaning kautamen, ingkang dhahat pinundhi. Panjenenganipun para kadang wredha-mudha saha sanggyaning para asung bela sungkawa bela raos ingkang mahambeg ing tresna lan asih. Sugeng rawuh, wilujeng siang, lan sugeng pepanggihan.

Langkung rumiyin mangga kula panjenengan sedaya ngluhuraken asmanipun Gusti Ingkang Maha Agung, Allah SWT, karana sih rohmat lan barokahipun ingkang sampun kaparingaken dhumateng panjenengan sedaya lan kula, sahengga wonten menika wekdal kula panjenengan sedaya saged makempal wonten menika papan kanthi pinaringan karaharjan mboten manggih alangan setunggal menapa. Pramila saking menika sumangga nuwun kula dherekaken sesarengan ngonjukaken raos syukur kanthi maos kalimah tahmid 'alhamdulillahirobbil'alamin.' Shalawat lan salam mugi tansah lumintu lumintir dhumateng titah linangkung ingkang dados panutan patuladhan kula panjenengan sedaya, nenggih Sang Nabi Agung Muhammad SAW ingkang kula panjenengan antu-antu syafangatipun wonten yaumil qiyamah. Allahumma amin.

Para rawuh, saha sanggyaning para asung bela sungkawa bela raos ingkang mahambeg ing tresna lan asih. Keparenga kula cumanthaka ing budi, labet awrat ngemban dhawuh saking panjenenganipun _______________ ingkang ing titi kalenggahan menika katemben nandhang reribet, nuwun inggih tinilar: ing garwa / ingkang putra / tiyang sepuh / kadang sepuh / kadang anem, sumurud ing kasedan jati, tinimbalan sowan dhumateng pangayunaning Gusti Ingkang Maha Kuwaos.

Inna lillahi wainna ilaihi roji'uun.... X3.
Sampun murud ing kasedan jati ing dalem yuswa _____ tahun, swargi _________________ rikala dinten _________________ surya kaping __________________ watawis tabuh ___ wonten ing _________________. Ingkang menika gandheng pangruktining layon sampun paripurna, pramila badhe dipun wonteni tata upacara sawetawis, nuwun inggih tata upacara badhe bidhaling layon.

Para rawuh mungazziyin mungazziyat ingkang tansah sinuba sagunging pakurmatan, keparenga kula aturaken menggah urut reroncening adicara upacara badhe bidhaling layon ingkang sampun karakit dening para kadang kulawangsa. Nuwun inggih
  • ingkang sepisan Pambuka
  • urut kaping kalih Atur Dhuhkita Sabda Kulawarga
  • salajengipun Taushiyah minangka urut angka 3
  • Donga Sesarengan minangka urut angka 4
  • urut kaping 5 nuwun inggih Jenazah Kaangkataken
  • lan salajengipun jenazah kabidhalaken dhateng makam ______________
Mekaten para rawuh menggah rantamaning adicara ingkang badhe kaatur, salajengipun sumangga nuwun kula dherekaken hambuka adicara menika kanthi maos ummul kitab sesarengan. Liridho-illahi ta'ala walisyafa'ati rosulillah SAW, alfaatihah.
===(maos fatihah sesarengan)======
Matur nuwun.
3. DHUHKITA SABDA KULAWARGA
Para rawuh para takziyyah ingkang kinurmatan. Salajengipun ing ngriki kula minangkani sesulih saking kulawarga ingkang nembe nandhang dhuhkita, ngaturaken sugeng rawuh saha atur panuwun ingkang tanpa upami, awit panjenengan sedaya sampun kersa nglonggaraken wekdal, saperlu rawuh asung bela sungkawa, sarta paring pakurmatan ingkang pungkasan dhumateng sedanipun _____________________
Ugi mboten kesupen ngaturaken panuwun dhumateng sanak sedherek, tangga tepalih sarta kadang sumitra ingkang sampun paring pambiyantu ingkang awujud menapa kemawon, ingkang sedaya menika sinedya kangge ngenthengaken sedaya panandhangipun kulawarga _________________ ingkang nembe nandhang prihatos. Sedaya kalawau, kulawarga _________________ mboten saged atur piwales menapa-menapa, sagedipun namung nyenyuwun wonten ngarsanipun Allah SWT, mugi sedaya amal kautamen panjenengan sedaya pikantuka leliru sih nugrahaning Gusti ingkang matikel-tikel. Allahumma amin.
Sanget ing panyuwunipun brayat agung ___________________ ingkang tinilar murud, mugi sanggyaning para asung bela raos, keparenga kanthi suka lilaning penggalih paring donga pamuji, mugi-mugi sedanipun _____________ menika kalebetna seda ingkang khusnul-khotimah...!, khusnul-khotimah....!, khusnul-khotimah...!, mugi-mugi yitmanipun tansah pinaringan padhang dalane, jembar kubure, lepas parane, ingapunten kalepatanipun dhuk rikala sugengipun, pinaringan papan ingkang sakmesthinipun, jumbuh kalayan darma bektinipun rikala sugeng ing alam sawegung.
Saha nyuwun pendonganipun, mugi sedaya kulawarga ingkang tinilar sageda ikhlas lair batos, pinaringan sabar narimah ing pepesthen, enggal kabirat sedaya raos sungkawanipun, saengga saged enggal wangsul lelumban ing madyaning bebrayan agung netepi darmaning agesang. Allahumma amin.
Salajengipun, mbokbilih nalika sugengipun, almarhum/almarhumah ______________ nggadhahi kalepatan dhumateng panjenengan sedaya, mugi panjenengan sedaya kersa kanthi tulus ikhlas paring pangapunten dhumateng sedaya kalepatanipun. Ugi mbok bilih almarhum/almarhumah kagungan tanggelan menapa kemawon ingkang arupi haq Adam dhumateng sinten kemawon saking panjenengan sedaya, kersaa panjenengan sesambetan kaliyan kulawarga ingkang tinilar.
Lan ugi, ngaturi pirsa dhumateng para takziyah samudayanipun, bilih ing mangke ndalu badhe dipun wontenaken tahlilan saperlu nyuwunaken pamuji dhumateng rohipun almarhum/almarhumah anggenipun sowan wonten ngarsa dalem Allah SWT, dumugi malem pitung dintenipun. Pramila saking menika, katur dhumateng panjenengan ingkang kepareng badhe ndherek ndedonga nyumanggaaken, dene wekdalipun kados padatan, bakda maghrib/isya'.
Para rawuh para takziyyah ingkang pantes sinudarsana, mekaten menggah pamatur kula minangkani wakil kulawarga shohibul mushibah, wonten kekirangan saha kalepatanipun nyuwun agunging pangapunten.
Salajengipun, ndungkap adicara ingkang salajengipun inggih menika Taushiyah katerasaken Donga. Ingkang menika katur dhumateng panjenenganipun ________________ keparenga paring taushiyah sawetawis saha mandhegani donga, sumangga nuwun.

===4&5. TAUSHIYAH + DONGA===

Matur nuwun, Para pambela sungkawa ingkang satuhu pantes sinudarsana, kakung miwah putri, jenazah tumuli badhe kaangkataken, ingkang menika katur panjenenganipun para kadang ingkang kepareng badhe manggul bandhosa keparenga siaga ing gati samapta ing dhiri. Sumangga.

==== (bandhosa dipun panggul)=====

Para rawuh, mungazziyin-mungazziyat ingkang mahambeg ing tresna lan asih, lampahing tata upacara bidhaling layon sampun paripurna, jenazah sampun kaangkataken lan tumuli badhe kabidhalaken dhateng Makam ____________________. Sanget ing panyuwunipun kulawarga panandhang, mbokbilih para asung bela sungkawa lan bela raos mboten wonten pambengan, kasuwun keparenga ndherekaken bidhaling layon ngantos dumugi ing paleremanipun ____________________ swargi ingkang pungkasan, nuwun inggih ing Makam ________________. Wondene wonten pakaryan wigati ingkang mboten saged tinilar, kula minangka sesulih saking para kulawarga panandhang dhuhkita, namung saged ngaturaken panuwun lan sugeng kondur. Dene kula pribadhi ingkang tinanggenah minangka talanging atur, ingkang lajeng trunyak-trunyuk tilar tata-akrami, tilar subasita miwah kithaling basa, sedaya kalawau inggih awit saking kiranging seserepan kula, keparenga sanggya para rawuh ambedhah tambaking samodra pangaksami. Ing wasana, katur panjenenganipun Bp _____________ keparenga mbidhalaken jenazah. Billahittaufiq walhidayah. Wassalamua'laikum wr.wb.
Katur Bp ______________ sumangga.

====(Bp ________ mbidhalaken kanthi waosan fatihah lan laailaahaillallah)==

Senin, 14 Februari 2011

Tanggap Wacana Ndherek Bela Sungkawa

Andaikan suatu ketika di antara keluarga atau tetangga kita ada yang meninggal dunia, kemudian diadakan upacara pelepasan jenazah, dan kita ditunjuk untuk ngomong di depan mewakili para pelayat, misalnya atas nama warga masyarakat RT I, apa yang akan kita katakan? Berikut adalah contoh. Istilah lain Tanggap Wacana Bela Sungkawa adalah Taushiyah atau Tadzkiroh .

Assalamu'alaikum wr.wb.

Panjenenganipun para pinisepuh ingkang kinabekten, para rawuh mungazziyin mungazziyat ingkang tuhu luhur ing budi, saha para ahli waris kulawarga ______________ ingkang kinurmatan. Keparenga kula sumela atur sawetawis, minangka wakil saking kulawarga ageng bebrayan RT I .

Ingkang sepisan, kula ngonjukaken puja-puji kagem ngluhuraken asmanipun Gusti ingkang Akarya Jagad, inggih Allah SWT, ingkang sampun paring rohmat lan barokah dhumateng panjenengan sedaya lan kula, sahengga saged makempal ing menika papan saperlu asung pakurmatan dhumateng sedanipun ___________. Shalawat lan salam mugi tansah sinanjung ing utusanipun, inggih Kanjeng Nabi Muhammad SAW ingkang kula panjenengan antu-antu syafangatipun wonten yaumil qiyamah. allahumma amin.

Kaping kalihipun, kulawarga ageng RT I ngaturaken ndherek bela sungkawa dhumateng sedanipun swargi ______________, saha para kadang kulawarga RT I ndherek memuji, mugi-mugi arwahipun swargi ______________ pikantuk maghfirah saking ngarsa dalem Allah SWT, ingapunten sedaya lepat dosanipun, katampi sedaya amal kesaenanipun, saha sedanipun kalebetna seda ingkang khusnul khotimah, khusnul khotimah, khusnul khotimah, mugi pinaringan papan ingkang sekeca jumbuh kaliyan amal kesaenanipun rikala sugengipun ing alam bebrayan.
Saha mugi-mugi kulawarga ingkang tinilar, tansaha pikantuk kekiyatan lair batos, satemah kanthi ikhlasing penggalih, saged nglilaaken sowanipun swargi ________________ dhumateng ngarsanipun Allah SWT. Ugi enggala pikantuk lelipur, mugi enggal kabirat sedaya dhuhkitaning manah. Kita sedaya mboten saged nyelaki pepesthen, awit sedaya menika kagunganipun Gusti Allah, pramila dhumateng Gusti Allah sedaya badhe wangsul.

Mbok bilih nalika sugengipun swargi _______________ nggadhahi kalepatan dhumateng kita sedaya, kanthi tulus ikhlas kita sedaya nyuwunaken pangapunten dhumateng Allah SWT, saha kanthi lila legawaning manah kita badhe angapunten kalepatanipun.

Kula kinten kirang prayogi menawi kathah-kathah atur kula, pramila kula cekapaken semanten, mbok bilih wonten klenta-klentunipun atur, kula nyuwun agunging pangapunten.

Ing wasana, billahittaufiq walhidayah, wassalamu'alaikum wr.wb.