Salah satu prosesi pernikahan adat Jawa adalah Nyantrik atau disebut juga Puruhita. Pada malem midodareni calon pengantin pria datang ke rumah calon mempelai putri untuk nyantrik (menjadi cantrik atau nyantri) kepada calon mertuanya. Kedatangannya dikawal oleh beberapa orang yang salah satunya bertugas untuk menyampaikan pasrah dan nantinya di terima dengan penerimaan (tampi) oleh keluarga calon mempelai putri. Bagaimana kalau kebetulan kita diserahi tugas untuk melaksanakan pasrah atau tampi tersebut? Berikut ini sekedar contoh.
Dengan bahasa Jawa kita jadikan peristiwa-peristiwa penting di kampung indah dan berkesan, tak berharta bukanlah halangan.
belajar pidato bahasa Jawa secara otodidak,
bisa nggak ya ???
Senin, 03 September 2012
Senin, 11 Juni 2012
Pasrah Tampi Toya Perwitosari
Pada pernikahan adat Jawa yang lengkap biasanya ada prosesi siraman, calon mempelai putri dimandikan dengan air bunga oleh beberapa orang sesuai dengan aturan adat yang berlaku. Nah, saat prosesi itu akan dilakukan, terlebih dahulu mengambil sedikit air untuk dibawa ke tempat calon mempelai pria (=CPa) untuk dijadikan bibit air mandi calon mempelai pria. Air ini disebut toya perwitosari. Pihak keluarga mempelai putri lalu mengutus beberapa orang untuk menyerahkan air tsb, dan di tempat mempelai pria diadakanlah acara serah terima singkat, seorang juru bicara pihak mempelai putri menyampaikan kata-kata pidato pasrah dan seorang juru bicara mempelai pria menyampaikan pidato penerimaan benda tersebut. Acara ini disebut Pasrah Tampi Toya Perwitosari. (toya=tirta=air).
Demikian contohnya:
Demikian contohnya:
Senin, 12 Maret 2012
Pasrah Temanten Putri
Pada saat Pahargyan Ngundhuh Mantu, yaitu resepsi pernikahan di tempat pengantin pria, biasanya ada pidato penyerahan mempelai putri. Pidato ini disebut Atur Pasrah Penganten Putri. Biasanya orang tua mempelai putri berwakil kepada seseorang yang dipercayainya, sang wakil ini disebut Duta Saraya Pasrah atau Duta Wacana yang merupakan tokoh penting di dalam rombongan pengiring mempelai putri (=pengombyong). Tetapi adakalanya terjadi hal yang luar biasa, dimana orang yang dimintai tolong menjadi Duta Wacana itu tidak ada atau mendadak berhalangan. Karena itu mau tak mau keluarga pengantin putri itu mesti tampil sendiri menyampaikan pidato tersebut. (Bagaimana seandainya hal itu terjadi pada kita?....) Berikut adalah contoh Atur Pasrah Penganten Putri yang disampaikan sendiri oleh walinya (bapaknya atau kakaknya).
Senin, 30 Januari 2012
Pangarsanipun dan Panjenenganipun
Salah satu kebiasaan masyarakat sekitar saya di Kab. Magelang, Jawa Tengah adalah saat berpidato menggunakan kata PANGARSANIPUN, misalnya
Seorang guru saya pernah membahas hal ini dalam satu latihan (gladhen) bahasa Jawa.
- "pangarsanipun Bapak Lurah ingkang kula hormati, pangarsanipun Bapak Kyai Ahmad ingkang kula mulyaaken,...."
- "wonten pangarsanipun Bapak Ketua RT ingkang kula hormati....."
Seorang guru saya pernah membahas hal ini dalam satu latihan (gladhen) bahasa Jawa.
Langganan:
Postingan (Atom)
